Ads 468x60px

Showing posts with label Actual Consulting. Show all posts
Showing posts with label Actual Consulting. Show all posts

Friday, February 12, 2016

ACTUAL SUPPLY

ACTUAL SUPPLY - Divisi baru Actual Consulting yang memberikan layanan Databank, Sourcing, Outsourcing, dan HR Tasforce. Kirim CV terbaru Anda atau ajukan kebutuhan SDM perusahaan Anda, kami akan segera datang membantu...

Sunday, December 16, 2012

PT. Intisumber Hasil Sempurna






Alamat:
Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Bl M/58
Jl Letjen Suprapto
Cempaka Baru, Kemayoran
Jakarta Pusat
Kode Pos: 10640
Phone: 021 42889144 - 021 42900301 - 021 42900302
Website: www.onemedhealthcare.com
Fax: 021 42900302

PT. Al-Ijarah Indonesia Finance (ALIF)











PT. Al-Ijarah Indonesia Finance (ALIF) adalah sebuah perseroan terbatas yang dibentuk untuk melayani kebutuhan pembiayaan bagi komunitas bisnis Indonesia khususnya dan komunitas bisnis Asia Tenggara pada umumnya. Selain perannya di bidang pembiayaan, ALIF juga menyediakan jasa konsultan di bidang investasi, perdagangan dan keuangan internasional untuk komunitas bisnis di Indonesia. ALIF pun siap memberikan konsultasi untuk lembaga asing terutama lembaga dari Negara-Negara teluk yang berencana memasuki pasar Indonesia.
Produk-produk keuangan ALIF saat ini terdiri dari Ijarah (penyewaan), Ijarah Muntahia Bittamlik (penyewaan dan pembelian), dan Murabaha (jual beli). Dalam operasinya, Al Ijarah akan mengutamakan pada pembiayaan proyek-proyek menengah hingga berskala besar, dengan minimum transaksi sebesar US$ 200.000.

Akseptabilitas transaksi akan ditentukan oleh kelayakan kreditnya. Bagi transaksi besar, ALIF akan menggunakan jaringannya untuk mengatur sindikasi internasional dengan mengundang lembaga-lembaga keuangan besar yang berada di negara-negara teluk.

Pada sisi sebagai pemberi konsultasi, peran ALIF adalah menjembatani aktifitas investasi, perdagangan dan pembiayaan antara Indonesia dan pasar pasar lainnya yang sedang tumbuh dengan fokus pada negara-negara di kawasan Teluk (Bahrain, Oman, Qatar, Saudi Arabia, dan Emirat Arab), Iran, Kazakhstan, dan Turki.

Di sini, ALIF akan membantu seluruh lembaga ekonomi (dari mulai sektor swasta, BUMN, dan pemerintah daerah) di Indonesia yang mencari pemodal besar atau investor strategis dari kawasan Teluk untuk proyek-proyek potensial di Indonesia. Di sisi lain, ALIF juga akan menggunakan keahlian lokalnya untuk menjadi partner yang dapat diandalkan bagi pihak asing (terutama dari negara-negara tersebut diatas) yang tertarik untuk melakukan penetrasi pasar di Indonesia, baik bidang pembiayaan, investasi atau perdagangan.

Struktur Kepemilikan
Modal ALIF sebesar Rp 105 milliar dimiliki oleh tiga lembaga keuangan dengan prosentase yang sama. Lembaga-lembaga tersebut, adalah: Bank Muamalat Indonesia, Bank Boubyan Kuwait, dan International Leasing & Investment Company (ILIC) Kuwait.

Bank Muamalat Indonesia (BMI) adalah salah satu pendiri kunci ALIF. BMI telah memiliki jaringan yang mapan di Indonesia yang akan memperkuat aktifitas pengembangan bisnis ALIF.

Bank Boubyan Kuwait adalah lembaga keuangan syariah besar yang sedang berkembang pesat di Timur Tengah dan memiliki ketertarikan strategis dalam investasi dan perbankan syariah di Indonesia. Dukungan Boubyan Bank terhadap ALIF penting untuk perencanaan bisnis strategisnya di Indonesia.

International Leasing & Investment Company, Kuwait (ILIC) adalah salah satu pelopor perusahaan pembiayaan syariah dengan catatan kinerja mengagumkan selama 7 tahun terakhir dan memiliki keragaman serta keahlian tinggi dalam hal produk-produk pembiayaan. Target ILIC adalah mempenetrasi pasar di negara negara berkembang terutama di Timur Tengah dan Asia. Indonesia adalah negara yang berada dalam daftar prioritas untuk pengembangan produk investasi dan pembiayaan syariah.

Target Pasar dan Fokus Bisnis
Sektor keuangan Indonesia sedang berkembang pesat. Ada 130 bank di Indonesia, tiga di antaranya adalah bank syariah dan 23 bank konvensional juga memiliki unit usaha syariah. Aset perbankan keseluruhan sekitar 1.721 trilun rupiah (191 milyar USD) sementara aset keuangan syariah hanya 1.5% dari jumlah di atas . Hal ini mengindikasikan potensi pertumbuhan yang sangat besar di sektor ini di Indonesia. Selain itu, Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Bank Indonesia dan Departemen Keuangan berkeinginan menaikkan pangsa pasar keuangan syariah menjadi 5% di tahun 2008. Karena itu, pendirian ALIF tepat pada waktunya, karena ALIF tidak hanya akan memberi kontribusi terhadap pengembangan Keuangan Syariah di negara ini, tapi juga menangkap kesempatan yang ada.

Dalam aktifitas keuangannya, ALIF akan memfokuskan pada sektor ekonomi Indonesia yang menunjukkan keuntungan konsisten dan kuat serta memiliki kelebihan yang kompetitif dan mampu bertahan di setiap industri tertentu. Sektor-sektor yang menjadi target meliputi perusahaan dengan aliran uang yang terbukti dan berpengalaman dan mempunyai kelayakan kredit. Fokusnya ada pada jaminan yang kuat, aliran keuangan yang mendukung dan potensi pendapatan yang baik. Pada tahap awal, sektor-sektor yang menjadi target adalah:
  1. Transportasi
  2. Pertambangan: Timah, Emas, Nikel, dll.
  3. Minyak dan Gas
  4. Minyak kelapa dan produk-produk nabati
  5. Semen
  6. Sektor lainnya yang menunjukkan kelayakan kredit yang kuat.

Area fokus penting lainnya yaitu mengatur fasilitas pendanaan dengan berbagai lembaga keuangan di Indonesia dan manca negara. Bank Muamalat Indonesia akan menjadi lembaga pertama yang diikuti lembaga-lembaga syariah dan lembaga lainnya yang berminat berhubungan dengan lembaga keuangan syariah.

Objektif Jangka Menengah hingga Jangka Pendek
Objektif ALIF jangka menengah adalah memposisikan diri sebagai intermediasi strategis yang dapat meningkatkan aktifitas keuangan antara Indonesia, sebagai negara perekonomian besar di Asia Tenggara, dan negara-negara di Kawasan Teluk. Walaupun objektif ini lebih dari sekedar menghasilkan keuntungan, tapi hal tersebut hanya bisa dicapai bila perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

Untuk itu, perusahaan merencanakan untuk mencapai sejumlah objektif dan tujuan yang lain. Beberapa objektif dan tujuan tersebut bersifat "non-finansial" (tidak akan menambah keuntungan secara langsung bagi perusahaan), tetapi penting untuk tujuan perusahaan jangka pendek dan menengah. Tujuan-tujuan dan objektif utama ALIF tersebut, yaitu:
  1. Membangun infrastruktur perusahaanTantangan awal perusahaan adalah membangun tim yang terdiri dari karyawan-karyawan handal, melatih mereka dan mengembangkan dan/ atau membangun kebijakan, prosedur, dan sistem yang mendukung kebutuhan karyawan untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan efisien. Dengan begitu diharapkan Perusahaan akan mampu segera memulai bisnisnya dengan sistem kerja yang siap sedia pada pertengahan tahun pertama beroperasi.
  2. Membangun nama dan pengakuan terhadap perusahaanUntuk sampai ke objektif ini, ALIF menghadapi tantangan untuk membangun pengakuan atas nama dan keahlian ALIF. Ini melibatkan penetrasi pasar langsung ke wilayah-wilayah tertentu di Indonesia. Seiring pertumbuhan perusahaan, diperlukan usaha untuk menggabungkan keseluruhan area pasar yang di inginkan perusahaan.
  3. Membangun hubungan dengan institusi keuangan lainnyaUntuk melebarkan jangkauan pembiayaannya, ALIF akan mengoptimalkan struktur permodalannya dan juga reputasi para pemegang saham nya dalam berpartner dengan penyandang dana dari luar negeri. ALIF bermaksud mencari partisipasi partner penyandang dana dalam mayoritas transaksi yang di biayai. Dari hubungan kerjasama tersebut, ALIF akan mampu menghasilkan, selain dari bagi hasil keuntungan, pendapatan dari identifikasi bisnis dan mempaket transaksi, dan akan juga mampu menghasilkan sebuah komisi mudharib atau komisi agen atas pelayanan transaksi terhadap partner pemberi dana.
Satu tujuan penting ALIF adalah mendaftarkan dirinya di Bursa Efek Jakarta berdasarkan catatan kesuksesannya, hal ini akan memberikan pemegang saham sebuah nilai yang dapat terukur dari investasinya.

Ada sejumlah faktor kritis penentu keberhasilan ALIF yang perlu dipertimbangkan untuk menetapkan dan memastikan perjalanan ALIF di masa mendatang.
Hal-hal tersebut adalah :
  1. Keahlian tehnik pembiayaan
  2. Kemampuan modal dan pendanaan dalam jangka menengah
  3. Penetapan pasar: jangkauan konsumen dan jaringan cabang yang potensial
  4. Membangun merk
  5. Pengembangan produk yang inovatif dan ramah konsumen
  6. Dukungan pemegang saham

Kebijakan Sumber Daya Manusia
ALIF berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk merefleksikan karakter keislamannya. ALIF akan berusaha untuk tidak hanya menciptakan produk-produk keuangan yang 'sesuai syariah', tapi juga hubungan antar manusia yang 'sesuai syariah', di mana respek, integritas, jasa dan pertumbuhan menjadi kata kuncinya. ALIF akan berusaha mengoptimalkan potensi setiap karyawan untuk pertumbuhan perusahaan. Akan tetapi, ALIF tidak hanya akan menganggap karyawannya sebagai alat bagi pertumbuhan perusahaan, tapi juga sebagai tujuan, yang berarti pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan pertumbuhan personal karyawannya. Hal ini pada gilirannya akan memperkuat pertumbuhan perusahaan.


Informasi lain tentang kami dapat dilihat pada situs kami www.alijarahindonesia.com

Sumber:  http://www.muamalatbank.com/home/about/subsidary_alyaraf

PT. Kartini Teh Nasional

undefined












Perusahaan teh kartini terletak di Pekalongan Jawa Tengah. Pertama kali melakukan pemasaran pada tahun 1957. Daerah pemasaran pertama kali di daerah Wonogiri, kemudian di perluas ke Simo, Kulon Progo, Kendal dan Kali Wungu.

Pada tahun 1976 di Wonogiri diadakan proyek pembangunan waduk Gajah Mungkur, oleh karena itu pemerintah mentrsmigrasikan tiga kecamatan ke Sitiung, Sumatra Barat. Karena kecintaan masyarakat pada produk perusahaan teh kartini maka pemasaran pun sampai ke Sitiung dan akhirnya memperluas ke daerah Lampung. Dan di tahun 2004  pemasaran terus di perluas sampai se-Jawa Tengah dan akan terus di perluas sampai seluruh Indonesia.

Pada tahun 2004 Perusahaan Teh Kartini mengalami kesulitan untuk mendapatkan teh murni, maka Perusahaan Teh Kartini berekspansi ke perkebunan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku. Perusahaan teh kartini mempunyai dua kebun di Bengkulu (2004) dan Padang (2007), dan enam pabrik teh hijau lima daerah Cianjur Selatan (2005) dan satu daerah Ciwidey (2005) yang membeli bahan baku pucuk dari masyarakat.

Alamat:

Jl. RA. Kartini No. 74
Pekalongan 51121
Jawa Tengah
Telp.: (0285) 421351
Fax.: (0285) 421918

PT. Motasa Indonesia

PT. MOTASA INDONESIA was established to specialize at pepper production. Indonesian Pepper grows on fertile podzolic soil which has fair height. Located around the equator line, it gets stronger and longer sunlight so it makes Indonesian Pepper has unique strong aroma and taste.

We select qualified peppercorn from our partnership farmers then we process it with hygienic and modern technology. Our products are Black Peppercorn, White Peppercorn, Ground Black Pepper & Ground White Pepper. We produce pepper for retail market under “LADAKU” brand name. Our products are registered on BPOM RI (NA-DFC) and get HALAL certificate from LPPOM-MUI (The Assessment Institute for Foods, Drugs and Cosmetics-Indonesian Council of Ulama).


Head Office:
Jl. Soekarno Hatta KM 4
Loa Janan - Samarinda
Kalimantan Timur
PO BOX 222 SMR 75001

Customer Service: +62-321-371 5333

Marketting Office:
Jl. Raya Waru, Komplek Pertokoan Gateway
Blok F8, Waru - Sidoarjo 61256
Jawa Timur - INDONESIA
Telp : 031 - 8554 255 (hunting)
Fax  :  031 - 8551 658 

Factory:
Jl. Raya A. Yani, Sumber Tanggul,
Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur -
INDONESIA

Wednesday, September 5, 2012

PT. Mitratama Rasa Sejati

Kategori:
Pabrik / Manufaktur
Alamat:
Kawasan Industri Jababeka Blok N Unit 5-7, Jl. Jababeka Raya, Cikarang Barat
Bekasi, Jawa Barat
Nomor Telepon:
021-8934381
Nomor Fax:
021-8934380

Saturday, August 18, 2012

PT. Garam (Persero) Indonesia

Klien kami dibidang Psikotes (Potential Assessment)


PROFIL PERUSAHAAN :
Status

Perseroan Terbatas (Persero)
Bisnis/Industri
Produksi dan Pemasaran Garam
Deskripsi Bisnis
Memproduksi dan Memasarkan Garam Bahan Baku untuk Industri dan Garam Olahan untuk Konsumsi.
Landasan Hukum
Didirikan berdasarkan PP No. 12 Tahun 1991, tentang Perubahan status dari PERUM (Perusahaan Umum) menjadi Perusahaan Persero (PT PERSERO) Garam.


Alamat

Jl. Raya Kalianget 9 Kalianget, Sumenep - Madura 69471
Phone 0328-662416, 662461; Fax 0328-662361 Email info@ptgaram.com; Website http://www.ptgaram.com






Saturday, June 9, 2012

PT. Sevana Strategic




PT Sevana Strategic is a fast growing company that specialist at investing and management consulting for our own group of companies.

Cyber 2 tower, 31st floor
Jl. HR Rasuna Said X5 No. 13
Jakarta 12950
Indonesia
T +6221 2902 1390
T +6221 2902 1395
E info@sevanastrategic.co.id

PT. Pelangi Nusa Gemilang







PT. PELANGI NUSA GEMILANG merupakan salah satu perusahaan besar yang telah menjadi rekanan berbagai industri percetakan offset khususnya di Jakarta. Didirikan pada tahun 1990 di Kawasan Industri Pulogadung dengan NPWP no : 01.358.771.2-007.000, perusahaan ini mulai mendapat kepercayaan dari rekanan industri percetakan offset untuk mengerjakan jasa coating hasi cetakan mereka.

Wednesday, April 25, 2012

PT. Bama Bumi Sentosa

PT. Bama Bumi Sentosa, an oil and gas services company that offers a broad range of services in the oil and gas industry. Using our industrial knowledge, highly-qualified engineers, service-offering expertise and technological advantage, we are committed to providing our clients with services from site preparation and general services, to surface as well as subsurface testing and measurements. Including Welltesting, Wireline Logging, EPF, DST, Completion Product, TCP and H2S safety services.

Wednesday, April 18, 2012

PT. Mayasari Bakti



Mayasari Bakti adalah salah satu perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang transportasi. Mayasari Bakti beroperasi di Jabodetabek, dan merupakan salah satu perusahaan Bus yang memiliki trayek terbanyak, dan termasuk ke dalam kategori Bus Kota.

Didirikan tahun 1964 oleh H Engkud Mahpud (1932-2010) dan Melayani trayek Cililitan-Tanjung Priok. PO ini berkembang ketika pada tahun 1970, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin memberikan bantuan kredit pengadaan bus kota di DKI Jakarta kepada beberapa operator buskota. 

Ketika pada tahun 1982 beberapa Operator terpaksa 'dilebur' kedalam PPD, Mayasari Bakti tetap bertahan sebagai Operator Swasta. Dan bertahan hingga sekarang ini, meskipun beberapa rute nya terpaksa dihapus karena bersinggungan dengan Trans Jakarta 

Sumber: Wikipedia Indonesia

Saturday, April 14, 2012

SDIT Al-Hikmah Bekasi

Klien kami dibidang Tes Kematangan Sekolah (TKS)


Jl. Raya Bintara No. 12 Bekasi Barat Bekasi 17136 Phone: 021-8860637, 8852015, 8861040, 88954930, 88950726 Fax: 021-8861040
E-mail: sdit.alhikmah.bekasi@gmail.com

Visi : Integrated, Islamic, International

Misi :
  1. Mencerdaskan Siswa/i melalui pembelajaran tematik & terpadu
  2. Membantu membuka cakrawala pengetahuan pada Siswa/i dengan pembelajaran interaktif
  3. Mencetak generasi Qur'ani yang berakhlakul karimah
  4. Mencetak generasi pejuang yang menegakkan Al Qur'an & Sunnah
  5. Membangun generasi Islam yang tangguh dan siap menghadapi tantangan zaman di era globalisasi

SMP Internat Al Kausar Sukabumi

Klien kami dibidang Psikotes Calon Siswa Kelas Akselerasi

Kampus :
Jl. Habib Desa Babakan Jaya, Parung Kuda, Sukabumi, Jawa Barat Telp.: 0266.734576 - Fax.: 0266.731864
Kantor Yayasan :
Plaza Biru, Jl. Warung Buncit Raya No.18B - Jakarta Selatan Telp.: 021.7948614

Profil :

"School of Future Leader"

Pengembangan Sekolah Islam Unggul

Berawal dari kesadaran, idealisme dan semangat untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan Islam yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang ilmu pengetahuan dan berakhlak mulia, maka di kaki Gunung Salak ini sejak tahun 1997 telah dibangun sebuah kompleks pendidikan yang asri dan lengkap, Kampus Internat Al Kausar.

Dengan konsep pendidikan sekolah berasrama (internat) yang memadukan antara kurikulum Depdiknas dan penanaman nilai-nilai keIslaman, tentu ini merupakan suatu yang tepat dan kondusif untuk terciptanya sebuah sekolah yang dapat mengembangkan potensi murid secara komprehensif meliputi ranah afektif, kognitif dan psikomotorik yang diaplikasikan dalam pembelajaran di sekolah, asrama maupun kehidupan sehari-hari.

Melalui 3 Dimensi Keunggulan, yakni Dimensi Kepribadian Islami, Dimensi Penguasaan IPTEK, serta Dimensi Keterampilan, Kemandirian dan Kepemimpinan, tentu akan tercipta suasana yang mampu “MENGASAH AKAL dan MEMBINA BUDI” sehingga tercapai visi yaitu menjadi sekolah terbaik yang dapat menghasilkan calon-calon pemimpin masa depan yang berkepribadian Islami, menguasai IPTEK, terampil dan mandiri.

Untuk menjamin mutu pembelajaran, Al Kausar Boarding School bermitra dengan beberapa pihak sebagai berikut :
1. ISO 9000,  untuk manajemen mutu
2. Informatics Singapore,  untuk pembelajaran IT (sertified)
3. ICAS Univ. New South Wales, untuk evaluasi hasil belajar pelajaran Math & Science

Sumber: http://www.alkausar.org/smp/profil/

Wednesday, April 4, 2012

PT. Perentjana Djaja

Klien kami dibidang Psikotes (Potential Assessment)

PT Perentjana Djaja bergerak dalam bidang Konsultan Konstruksi
Jl. Letjen MT Haryono Kav 17 Wisma Pede Lt 1, 3 & 4, Tebet Barat, Tebet
JAKARTA 12810
Phone: 021-8290442; 021-8297124; 021-8301101; 021-8312836.
Facs: 021-8297124
Website: http://www.pe-de.com

Tuesday, April 3, 2012

Terjebak Dalam Stereotype Etnis Aboriginal People, “Penguasa Asli” Benua Australia

Oleh: Deasyanti *)
Salah satu fenomena sosial yang cukup menarik di kota tempat saya melanjutkan studi di Australia yaitu kota Darwin, adalah keberadaan penduduk asli Australia (Aborigin) yang relatif banyak di tengah-tengah masyarakat kulit putih. Dikatakan banyak karena dibandingkan dengan kota-kota besar Australia lainnya seperti Melbourne dan Sydney (hanya baru dua kota lain ini yang pernah penulis kunjungi), sangat jarang ditemui orang Aborigin yang “berseliweran” di depan kita. Namun di Darwin, setiap saat mereka selalu ditemui di jalan, di sekitar rumah (bahkan hidup bertetangga), di dalam bus, di mal dan di area publik lainnya. Mungkin karena temperatur kota Darwin yang tergolong panas sesuai habitat mereka dan lokasi kota Darwin yang memang tidak jauh dengan kantong-kantong pemukiman penduduk asli Aborigin di Utara Australia atau Northern Territory. Dalam terminologi lain, orang Aborigin disebut juga dengan Indigenous People. Ketika pertama kali menetap di Darwin tahun lalu, seorang teman menganjurkan saya untuk menggunakan istilah ABG (bukan Anak Baru Gede) sebagai pengganti kata “Aborigin” untuk menghindari mereka tahu kalau kita sedang memperbincangkan mereka. Istilah ABG juga akan saya gunakan dalam tulisan ini.
Kesan pertama saya terhadap ABG adalah kebiasaan mereka yang selalu pergi bergerombol kemana-mana, berbicara dengan suara keras, berpenampilan lusuh dan kotor (kadang-kadang tidak memakai alas kaki), berbadan bau, malas bekerja (mengandalkan hidup dari tunjangan pemerintah) dan seringkali tampak dalam keadaan mabuk. Tidak jarang mereka ditolak untuk naik bus umum oleh supir bus karena terlihat dalam keadaan mabuk, atau bahkan diusir keluar bus karena dianggap mengganggu ketentraman penumpang lain sehubungan dengan “ceracauan” mereka dengan suara keras di dalam bus. Jika mereka naik bus umum, biasanya mereka duduk di area belakang bus. Kebanyakan penumpang lain lebih memilih kursi kosong di bagian depan bus. Ketika bus sedang banyak penumpang biasanya kursi kosong yang tersisa adalah di bagian belakang bus di antara penumpang ABG. Kita tinggal memilih, mau duduk di antara orang ABG dengan ‘bau badan’nya yang agak mengganggu atau berdiri di dalam bus. Orang ABG yang mabuk dan tergeletak tidur di area umum seperti terminal bus atau di pinggir jalan, juga sering kita temui. Mereka seolah menjadi kaum marginal di”rumah”nya sendiri. Dengan pemandangan seperti ini yang sering saya temui, tentu saja kesan yang terbentuk adalah kesan negatif tentang mereka. Terus terang, awalnya saya pun merasa agak takut berada di dekat mereka. Tetapi, terbersit juga pertanyaan di dalam benak, apakah mereka seburuk itu? Apalagi jika saya membandingkan karakteristik ABG di jalan-jalan yang sering saya temui dengan hasil karya seni Aborigin yang dipamerkan di Art Gallery dan Museum di Darwin yang sangat indah. Saya bertanya dalam hati, bagaimana mungkin suatu hasil karya yang teramat halus dan indah, bisa dihasilkan oleh orang ABG yang memiliki karakteristik negatif yang terkesan oleh saya (karena selalu terpapar oleh gambaran orang ABG sehari-hari yang saya temui)? Pastilah hasil karya seni itu dihasilkan orang-orang yang sangat halus perasaaannya dan sangat tekun karena membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang luar biasa untuk menyelesaikannya.
Terjebak dalam stereotype etnis yang biasanya berisi karakteristik negatif bukanlah hal yang baik, bahkan berbahaya. Tak jarang pertikaian antar etnis di berbagai belahan dunia dipicu oleh hal ini, dan tentu saja kerugian nyawa menjadi bayarannya. Untungnya, meski kesan negatif tentang orang ABG terlanjur terbentuk di benak saya, saya kemudian mendapat penyeimbang informasi yang luar biasa yang kemudian mengubah kesan saya tentang mereka dan berniat untuk mengenal mereka lebih jauh. Salah satunya adalah cerita dari anak remaja perempuan saya (kelas 3 SMA) yang pulang sendiri dari suatu acara pada malam hari (sekitar jam 8 malam) dan menunggu bus di halte. Darwin adalah kota yang sepi apalagi pada malam hari. Di halte itu, sudah ada seorang perempuan ABG yang juga sedang menunggu bus. Semula anak saya agak takut mendekat ke halte karena anak saya menduga ibu itu mabuk, namun ibu ABG itu mengajaknya mendekat. Ibu ABG itu menasehati anak saya untuk berhati-hati pergi di malam hari. Ketika di seberang jalan ada sekelompok pemuda melintas, tiba-tiba ibu ABG itu merangkul anak saya dan mengatakan dia akan melindungi anak saya dari orang jahat. Anak saya yang semula merasa takut dengan ibu itu, menjadi tenang sampai kemudian bus datang dan mereka berdua menaiki bus yang sama. Ibu ABG itu turun lebih dulu sambil berpesan dengan suara keras kepada supir untuk menjaga anak saya. Cerita lainnya adalah ketika naik bus umum dan cukup banyak penumpang berdiri, seorang ABG tidak sengaja menyentuh kulit tangan anak saya. Entah merasa bahwa dirinya kotor atau merasa orang lain takut berdekatan dengan ABG, bapak ABG itu berkali-kali meminta maaf kepada anak saya.
Cerita lain yang paling mengesankan dan paling berpengaruh terhadap diri saya tentang bagaimana kita memahami ABG, saya peroleh dari seorang kenalan saya: seorang Australia, berkulit putih, telah berpuluh tahun menjadi peneliti indigenous people, dan lokasi ruang kerjanya tak jauh dari ruang kerja saya. Sebut saja namanya Peter (bukan nama sebenarnya). Biasanya saya hanya sekedar bertegur sapa “apa kabar” dengannya jika bertemu di ruang makan. Saya juga tidak tahu secara tepat apa yang dikerjakannya dalam proyeknya. Tetapi suatu hari, saya lama tidak bertemu dengannya dan menanyakan kemana saja dan apa saja yang dikerjakannya. Dia pun serta merta mengundang saya ke ruang kerjanya dan menunjukkan kepada saya peta lokasi proyeknya yang berjarak 15 jam perjalanan mobil dari kota Darwin! Dia menceritakan bahwa istrinya mengajar di salah satu sekolah independen untuk ABG. Dengan polosnya, saya bertanya kepadanya: “ Apakah susah mengajar orang ABG?” Saya terperangah oleh jawaban dan ekspresi wajahnya “It is more difficult to make the Austalian people understand them!”. Lebih lanjut, dia menceritakan bahwa orang ABG adalah orang yang traditional sekaligus paling modern di dunia ini. Saya pun semakin menjadi terbingung-bingung karena ketidakmengertian saya. Dia menjelaskan bahwa orang ABG adalah orang yang berperasaan sangat halus, mereka hidup dalam “kecukupan” dalam arti mereka hidup secukupnya sesuai dengan kebutuhan dirinya dan sangat menjaga “relationship” dengan alam. Mereka tidak mengeksploitasi alam yang banyak dilakukan oleh orang-orang masa kini yang menganggap hidupnya modern. Padahal, lanjutnya lagi - yang namanya modern haruslah berarti menjaga keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability). Itulah alasannya mengapa dia berpendapat tentang “tradisional sekaligus modern”.
Dengan nada haru dia juga menjelaskan kepada saya sambil berlinang air mata dan memegang tengah dadanya (dan saya pun ikut-ikutan merasakan ada rembesan air mata di pelupuk mata saya): “Orang ABG itu adalah orang-orang yang merasakan ‘pedih’ di dalam hatinya, karena mereka seperti pohon yang tercabut dari akarnya!”. Mereka tidak bisa dipindahkan begitu saja untuk hidup di tempat baru karena mereka tidak punya “relationship” dengan alam di tempat barunya. Tentang apa dan bagaimana Peter mengajar mereka, lebih lanjut ia menjelaskan bagaimana dia mengajarkan orang ABG dengan metaphora. Dia memberi saya salah satu contoh: ketika pembuatan jalan dengan menggunakan aspal masuk ke daerah rural, lebah yang hidup di lokasi tersebut menganggap aspal yang memiliki karakteristik mirip dengan madu akan mencobanya. Tetapi ketika dicoba ternyata bukan madu dan tidak sesuai dengan kebutuhan dirinya. Melalui metaphora ini, Peter mengajar orang ABG di daerah rural untuk memperkuat dirinya dalam menghadapi bombardir budaya orang kulit putih dan bisa memilih mana yang baik dan sesuai dengan kebutuhan dirinya. Ooh Peter…, dia seorang kulit putih! Betapa saya merasa salut kepadanya tentang apa yang sudah dilakukannya selama berpuluh tahun!
Percakapan dengan Peter diselingi dengan diperkenalkannya saya dengan dua wanita ABG yang datang ke ruangannya. Mereka bertiga berbicara dengan bahasa lain yang tidak saya mengerti (bukan berbahasa Inggris). Saya pun berkomentar. Apakah kamu berbicara dengan bahasa Aborigin? Sambil tersenyum, Peter menjawab: “No, it is not Aboriginal language, it is Australian language.”
Orang-orang ABG dengan pola hidup yang sering saya temui di kota Darwin hanya memberikan salah satu gambaran tentang sebagian orang ABG yang frustrasi dan tidak bisa memilah tentang apa yang baik dan sesuai untuk mereka ketika terpapar dengan budaya lain yang berbeda. Mengajak mereka untuk mengikuti gaya hidup yang dianggap modern oleh orang kulit putih sama seperti mencabut mereka dari akar budayanya, demikian ungkapan Peter. Nun di belahan Australia lain yang belum saya lihat, tentu banyak sekali orang ABG dengan kualitas diri yang sangat positif.
Pertemuan setengah jam dengan Peter telah mengubah persepsi saya tentang ABG dan memberikan saya keluasan pandangan. Benar kata pepatah, “ Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Terjebak dalam streotype etnis apalagi yang negatif seringkali dikarenakan informasi yang hanya sepenggal dan tidak lengkap namun kemudian digeneralisir. Untunglah saya sudah keluar dari jebakan itu…. Saya pun bertekad, di tengah-tengah studi saya di Australia, saya harus mengenal lebih dalam tentang mereka: the Indigenous People of Australia.

Tulisan ini dipublikasikan di Kompasiana pada tanggal 25 Februari 2012
*) PhD Student Charles Darwin University, Australia

Saturday, March 31, 2012

PT. Arnott's Indonesia

KLIEN KAMI :

PT. Arnott’s Indonesia is a subsidiary of Campbell Soup Company manufacturing food and biscuits and known for its high quality products and famous brands for both domestic and export markets such as GOOD TIME, TIM TAM, NYAM NYAM, STIKKO, VENEZIA & PRESTIGE.

Address: Jl. KH. Wahab Affan No. 8 Km. 28, Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia, 17132

PT. Swakarsa Sinarsentosa

KLIEN KAMI :
Brief Profile:
In palm oil industry, there are three main players: Palm Tree Plantation, Palm Oil Mill and Palm Oil Refinery. PT Swakarsa Sinarsentosa (SWA) is a privately owned company integrating the first two in one integrated corporation, producing Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel (PK).


SWA initially entered the business as a planter, possessing a 16,500-hectare area that was fully planted successfully in 2004. Located in Muara Wahau Village, East Kutai Regency, East Kalimantan Province, our plantation stands on one of the most fertile soils in Kalimantan with moederate all year long precipitation that sufficiently weathered the palm to grow to its fullest potential.

In 2002, we moved downstream by having our first Palm Oil Mill and we expanded to the second mill in 2006. With these mills, we currently have enough capacity to process our own internal palm yields. Having Plantations and Palm Oil Mills as an integrated operation in one compacted area gives the company its advantage compare to other similar companies.

Anticipating further business expansion, our group has already acquired additional 21,000-hectares of land reserve in adjacent area, ready for palm plantation. Owning a combination of this l;and bank makes us one of the prominent players in the industry.

We believe that in order ti win in the current global and competitive industry, we have to deliver superior stakeholder's value. With such strong determination in mind, we always strive to achieve optimum operational performance through higher palm yields and above standard CPO quality.

PT. Behaestex

KLIEN KAMI : " Trend Setter in Sarong"

PROFILE
BEHAESTEX
, is one of the leading sarong industry in the world, operates in all segments of the sarong market both in Indonesia and overseas. A reputation of responsiveness to customers and high quality products has created significant brand equity for the BEHAESTEX in the market place.

BEHAESTEX’s success in the highly competitive world sarong lies in its product and quality advantages. BEHAESTEX continuously improve and innovates products for changing customer needs, include Moslem Men’s Wear product, Velvet Hat (Songkok) product, and yarn dyeing service and fabrics dyeing service also.

BEHAESTEX is a cost effective supplier of high quality sarong products to the market.

PT. Teradis Real Estate

KLIEN KAMI :

1st Floor, Wisma Bisnis Indonesia J.L. K.H. Mas Mansyur No.12A Jakarta Pusat 10220. Indonesia T : +62 21. 5790.1178 F : +62 21.
PT. Teradis Real Estate is a property agency conducting the sale and lease of apartments, houses, shop houses, land, and office space. As a growing company, we also handle primary projects such as Kemang Village, St. Moritz, Verde, Setiabudi Sky Garden.